Dua Laki – Laki
Dua
orang laki – laki
Di
ujung jalan
Berdiri
dibawah cahaya lampu jalan yang redup
Mereka
saling pandang
Dari
matanya mengisyaratkan kebencian
Telapak
tangan terkepal
Menunjukan
emosi yang teramat dalam
Satu
orang berjalan cepat mendekat
Begitu
juga yang satunya
Perlahan
saling pukul dan tendang
Menghajar
satu sama lainnya
Darah
mengalir dari sudut bibirnya
Serta
pelipis kiri laki – laki yang satunya
Sungguh
kasihan mereka
Hanya
karena seorang wanita
Hancur
persahabatan dalam sekejap
Menghancurkan
segalanya
Cinta
membutakan hati nurani mereka
Kini
lihatlah ..
Dengan
wajah memar penuh luka
Dan
rasa sakit yang tiada tara
Tidak
membuat salah satu diantaranya menang
Sebab
sang gadis idaman yang mereka perebutkan
Telah
pergi dengan laki – laki lain yang lebih mapan
(March 30, 2012)
Komentar
Posting Komentar