Luka itu masih ada


Petir diluar terdengar menyambar-nyambar
Air dan angin beradu dengan kuatnya
Dingin sekejap merasuk kulitku
Bibirku membiru, gigi pun beradu
Padahal sudah kukenakan sweater pemberianmu waktu itu,
namun tetap dingin kurasa hawa dimalam itu
Perlahan air bening pun mengalir dari pelupuk mataku
Runtuh sudah pertahananku,
dan teringat lagi kenangan akan dirimu
Teringat saat kau meninggalkanku tanpa pesan,
tanpa alasan apapun
Kamu adalah orang yang selama dua bulan ini mengisi hari-hariku,
yang namanya memenuhi diary-ku
yang namanya selalu kusebut dalam doa disetiap sujudku
Namun kini ..
Entah kemana perginya air mataku ini
Aku sudah tak mampu menangis
Aku seakan berada dalam tempat lain sedangkan ragaku disini
Luka itu masih ada,
Berbekas dan tak mungkin hilang
Namun kenangan akan dirimu perlahan mulai kulupakan
Karena mengingatmu kurasa tiada guna

( 16 Desember 2011 )

Komentar

Postingan Populer