Anak perempuan itupun kembali
Hari berlalu ..
Tak terasa sudah 2 pekan sejak
kejadian pahit itu
Luka yang mulai menutup
Dan hati yang mulai kuat
karena telah bisa menerima semua keadaan
Anak perempuan itu tersenyum,
Walau terkadang masih kulihat
sisa-sisa air mata di pelupuk matanya
Namun aku tidak pernah
bertanya
Ku biarkan dia hidup
sebagaimana maunya
Harusnya dia sudah mulai
tersadar
Semua yang terjadi tak akan
pernah dapat dia putar kembali
Tidak seperti film yang bisa
dia putar berkali-kali
Semua yang terjadi itu ibarat
hujan yang datang dan pergi
Meninggalkan basah memang
Namun lihatlah sesudahnya
Hujan itu akan memanggil
pelangi yang menjadi pelipur saat kau lara
Anak perempuan itu tertawa
Sadar bahwa ternyata selama
ini banyak yang menyayanginya
Yang tidak ingin melihatnya
menangis
Yang selalu terluka saat dia
memutuskan untuk menyimpan cerita lukanya sendiri
Yang ikut merasakan sakit
hatinya saat dia ditinggal pergi kekasihnya
Anak perempuan itu lalu
terdiam,
Mereka pikir dia akan menangis
lagi
Namun mereka salah,
Anak perempuan itu menghampiri
mereka dan memeluknya
Membuat mereka merasa berarti
Dan membuat mereka merasa
telah berhasil menjadi sahabat seutuhnya
Yang bisa meringankan bebannya
Yang bisa membuatnya merasa
nyaman
Yang bisa mengembalikan
senyumannya
Dia berjanji pada dirinya
sendiri
Seperih apapun luka dihatinya
saat ini
Dan seberat apapun masalahnya
nanti
Dia akan terus tersenyum dan
bersyukur pada-Nya
Pada Dia yang telah memberinya
hidup
Pada Dia yang telah memberinya
kekuatan
Pada Dia yang telah memberikan
sahabat-sahabat berhati malaikat seperti mereka
Senyumnya mengembang, berubah
jadi tawa
Binar matanya pun terlihat
bahagia
Dia sudah kembali lagi
Dia sudah bisa tersenyum lagi
Komentar
Posting Komentar