anak perempuan itu ..


Sore itu aku melihatnya lagi,
Melihat seorang anak perempuan yang sama
Berada di tempat yang sama pula
Keadaannya pun tidak berubah
Kulihat rona wajahnya yang redup
Mengisyaratkan luka yang begitu dalam
Yang seolah sudah teramat lama di tanggungnya
Kuperhatikan dengan seksama
Tiada air mata disana
Apakah dia tidak pernah menangis?
Apakah dia sekuat dan setegar itu?
Atau mungkin air matanya sudah habis karna begitu seringnya dia menangis?
Semakin lama ku tatap semakin bertanya-tanya hatiku
Apa yang sebenarnya dia pikirkan?
Sedangkan dia hanya menatap kosong kearah ku
Dengan wajah polos dan tatapan yang memprihatinkan
Apakah dia selalu sendirian seperti itu?
Dimana keluarganya?
Dimana sahabat-sahabatnya?
Apakah dia tidak memiliki seorang kekasih yang bisa menenangkan hatinya?
Memeluk dan menghapus air matanya saat dia menangis
Apakah tidak ada yang perduli dengannya?
Atau malah dia sendiri yang tidak ingin mereka semua tau betapa berat beban batin yang ditanggungnya?
Sejuta pertanyaan muncul dibenak ku
Ingin rasanya ku hampiri dia dan kupeluk erat tubuhnya
Dan memaksanya untuk berbagi cerita dan kesedihannya dengan ku
Melihatnya menangis dan kemudian tersenyum padaku
Namun dia begitu sulit ku gapai,
Dirinya seolah fana dihadapan ku
Dapat ku lihat namun tak pernah bisa kusentuh
Tuhan ..
Berilah anak perempuan itu ketegaran
Aku percaya dia pasti mampu melalui semua itu
Ingin ku lihat lagi senyum di wajahnya
Dan tawa yang selalu menghiasi harinya
Dan yakinkan hatinya,
Bahwa sesungguhnya dia tidak pernah sendirian
Karna tanpa disadarinya,
Ada banyak orang yang perduli dan menyanyanginya

Komentar

Postingan Populer