Pagi Tadi


Dalam diam ku termenung
Membayangkan indahnya senyuman diwajahmu
Membayangkan sejuknya tatapan matamu
Dan merdunya suara tawamu
Tetes demi tetes air hujan jatuh membasahi bumi
Demikian pun air mataku yang perlahan jatuh membasahi pipi
Terbayang olehku kejadian pagi tadi
Kamu ada dibelakang ku
Bersama dengan wanita itu
Tahukah kamu betapa terlukanya hatiku melihatmu datang bersamanya?
Rasanya enggan untuk aku menoleh
Sebisa mungkin ku tahan hasrat ku melihat mu bersamanya
Aku tahu, aku akan semakin terluka
Kutahan rasa sakit dihatiku
Kutahan rasa penasaranku
Kutahan air mata yang sebenarnya ku tahu akan mengalir deras di pipiku
Aku terdiam ..
Rasa sesak memenuhi ruang di hatiku
Kepalaku sakit
Pandangan mataku kabur
Kutundukkan wajahku ketika kulihat kamu berada tidak jauh di depanku
Dadaku semakin sesak
Aku sulit bernafas
Tak kuasa menahan sesak di dada, aku terduduk
Entah kamu melihatku atau tidak
Ya Allah, hanya satu pintaku
Sebenarnya aku tidak ingin terlihat lemah di hadapannya
Di hadapan siapapun di dunia ini
Dan di sisa umurku yang singkat ini
Aku mohon ya Allah,
Jagalah dia untukku
Meskipun nanti aku sudah tidak bisa bersamanya
Tidak bisa menyentuh raganya
Tidak bisa mendengar lagi tawanya
Aku harap dia selalu bahagia dengan pilihannya
Aku menyayanginya karena-Mu, Ya Allah
Dan aku pun mengikhlaskannya jika memang ini juga menjadi kehendak-Mu

-Senin, 14 November 2011- 

Komentar

Postingan Populer