Perempuan Juara



Bagiku Mama lebih dari sekedar sosok perempuan yang melahirkan aku ke dunia ini. Mama lebih dari itu. Meski sejujurnya selama ini hubunganku dan Mama tidak bisa dibilang selalu baik, namun satu hal yang selalu aku ingin Mama tau, semua hal yang aku lakukan tidak akan pernah berhasil tanpa Mama. Jika harus melihat tahun-tahun sebelumnya, aku malu, Ma, selalu malu.
Tahun-tahun sebelumnya aku habiskan untuk segala keegoisanku. Sikap tak acuhku ku jadikan alasan atas nama cintaku pada Mama. Namun semakin dewasa aku semakin mengerti. Tak ada salahnya mengungkapkan betapa kita mencintai seseorang, begitupun padamu, Mama. Ketika kini aku berkata pada teman-temanku bahwa aku jauh lebih betah berada di rumah, itu semua karenamu. Karena lembut kasihmu mengalahkan egoku. Kau selalu dan semakin mengerti bahwa anakmu tidak bisa dididik secara keras maupun terlalu lembut, karena itu aku tahu, kau tak pernah berhenti belajar mengerti aku.
Ketika kau mulai banyak berbincang dengan teman-temanku saat aku tak ada, aku tahu, kau semakin paham bahwa teman adalah tempat curahan hati anak-anak. Apa yang anak tak dapat ceritakan pada Mamanya, akan dia ceritakan pada temannya, sebab itu, kau dekati teman-temanku untuk mengetahui apa mauku. Mama, kita sudah berhasil melewatinya. Melewati masa-masa sulit antara Ibu dan anak remajanya. Meski kadang aku masih kekanakan, namun kini aku tak malu mengungkapkan rasa cintaku pada Mama. Apa yang dulu hanya aku ceritakan pada temanku kini mampu ku ceritakan pada Mama.
“Selamat Hari mu, Ma”. Jangan cepat lelah dalam usiamu kini. Aku harap kau selalu sehat dan diberi keberkahan oleh Allah. Terima kasih telah menjadi penyembuh luka dalam kesedihanku, penguat ketika hatiku mulai goyah, dan penghapus dahagaku akan kasih sayang. Selamat Ulang Tahun, Mama. Kau lah perempuan paling juara. 

22 Desember 2015



Komentar

Postingan Populer