Andai Kakak Tau...
Hai...
Boleh
sedikit ku bagi cerita denganmu? Aku jengah begitu lama menyimpannya sendirian.
Ini tentang seseorang yang sudah begitu lama hadir dalam mimpiku; KAKAK. Saat itu
aku masih duduk di bangku SD, temanku, sepertinya sudah lebih dulu mengalami
masa pubertas, dia jatuh cinta, cinta khas anak SD. Dia cerita semua hal yang
dia tau tentang kakak, bahkan saat aku belum tau seperti apa rasanya
benar-benar menginginkan seseorang dalam hidupku. Temanku mengajakku beberapa
kali lewat depan rumah kakak, hanya sekedar ingin melihat kakak, namun nyatanya
setiap kami lewat, kakak tak pernah ada.
Aku
tak pernah berkawan banyak, hanya ada beberapa teman dekat di rumah. Umurku sekitar
13 atau 14 tahun, malam itu aku main ke rumah teman laki-laki ku dan tak
menyangka akan bertemu dengan kakak malam itu juga. Bagaimana bisa? Orang yang
dulu selalu diceritakan temanku ternyata ku temui tanpa sengaja, bahkan aku pun
tak pernah tau ternyata kakak teman dari temanku juga. Kakak tau apa yang ada
di pikiranku saat itu? Iya, aku merasakan ada yang aneh yang terjadi dalam
diriku, namun tak terdefinisikan. Ingat apa yang kakak bicarakan dengan
teman-teman kakak saat itu? Aku sudah mengerti kak, namun aku bungkam. Saat itu
yang aku tau, kakak baik, namun sayang, ruang lingkup kakak yang kurang baik,
apapun itu, hak kakak.
Kak,
sekarang aku sudah duduk di bangku SMK, aku memasuki lingkungan baru yang
menurutku agak sedikit lebih ramai dari masa SMP ku dulu. Namun satu hal yang
tak pernah berubah, aku tetap tak berkawan banyak. Aku masuk di SMK yang sama
dengan temanku dulu, namun beda jurusan. Aku masih suka bertemu temanku, aku
hampir lupa, entah saat itu pagi atau siang, aku berjalan dengannya di koridor
sekolah, aku melihak kakak, namun nyaris tak mengenali kakak. Jika saat itu
kita tidak papasan dan kamu menyapa temanku sebentar, mungkin aku sudah lupa. Coba
tebak apa lagi yang aku rasakan saat bertemu kakak? Aku tau kak, ternyata aku
jatuh cinta. Namun aku tak pernah punya kesempatan untuk mengenal kakak lebih
dekat, setelah kejadian itu bahkan aku tak pernah bertemu kakak lagi di
sekolah. Sekali lagi, perasaanku buat kakak, seperti lewat begitu saja.
Malam
itu bulan Maret 2013, kakak mengirimiku pesan singkat, mungkin aku geer, tapi
saat itu yang ada dalam pikiranku, “kakak masih ingat aku?”, dan aku tak bisa
menahan senyum kak. Aku juga tak pernah mengira pesan itu bukan hanya sekedar
sapaan sesaat, kita menjadi dekat setelahnya, atau, hanya aku yang merasa? Aku masih
ingat pertemuan pertama kita kak, kakak jadi laki-laki pertama yang begitu
datang, langsung mengambil hati Mama. Sekali lagi, aku tak menyangka itu bukan
pertemuan pertama dan terakhir kita. Kakak hadir setiap saat dalam benakku,
mengganti sepiku dengan senyuman, membuat mimpiku menjadi nyata. Meski aku tau,
aku bukan perempuan satu-satunya yang saat itu sedang dekat dengan kakak, tp
andai aja kakak tau, saat itu cuma kakak orang terdekatku. Dan perasaanku
kembali hadir, bahkan aku rasa, jauh lebih besar dari sebelumnya, aku mulai
berharap.
Kak,
sekarang bahkan aku lupa kapan terakhir kali kita begitu akrab, meskipun kadang
aku merasa salah ketika bersama kakak, saat sama kakak, aku jadi perempuan yang
begitu berbeda. Aku ngga pernah bener-bener ramah sama laki-laki, aku ngga
pernah begitu perhatiin penampilan aku saat akan ketemu seseorang, tp karena
kakak, aku jadi berbeda. Bukan salah kakak, temenku bilang, itu sifat alamiah
perempuan yang sedang jatuh cinta. Jatuh cinta? Apa aku berlebihan kak? Saat kakak
ngga ada lagi di hari-hari aku, aku tau, kakak pasti sudah punya pacar, dan
kakak pasti datang lagi saat kakak udah sendiri, karena itu, aku kecewa, namun
tak pernah benar-benat patah hati.
Kak,
belakangan aku merasa kita makin jauh, entah kakak yang mulai enggan menemuiku,
atau aku yang tengah menghindari kakak, aku ngga tau. Tp firasat aku bilang,
ada yang ngga beres, aku khawatir, kakak kembali sama dia lagi. Iya, dia,
satu-satunya perempuan yang aku pikir kakak pasti serius sama dia. Dan ternyata
feeling aku bener kan, kak? Aku harus tau dari kakak sendiri, harus. Karena
itu, aku kumpulin semua keberanian aku untuk nanya ke kakak, aku tau, jawaban
kakak pasti buat aku kecewa, aku tau. Dan ... Jadi sekarang aku harus bagaimana
kak? Aku ngga pernah bener-bener bisa hapus kakak dari hati aku, mungkin kakak cuma
anggap aku adik, tp jauh sebelum itu, aku rasa aku sudah punya perasaan yang
berbeda sama kakak. Aku harap kakak doain aku, doain yang terbaik untuk aku,
doain aku ikhasin kakak dengan yang sekarang. Kalo aku sayang, aku harus ikhlas
kan, kak? Mama bilang, Allah akan kasih orang yang sesuai untuk diri hambanya,
aku mungkin jatuh cinta diam-diam sama kakak, nanti pasti, ada seseorang juga
yang jatuh cinta diam-diam sama aku dan minta aku ke Allah, aku yakin kak.
Bahagia ya kak, mungkin nanti saat kakak memutuskan akan serius dengan pilihan
kakak, aku bisa ikhlas. Doain aku...
Cinta Pertama,
BalasHapus