Perihal Jodoh



Jadi, jodoh itu apa?

Apa jodoh itu seseorang yang sudah bertahun-tahun kamu pacarin? Seseorang yang kamu anggap paling mengerti kamu dan paling kamu mengerti, apa itu? Apa jodoh itu seseorang yang kamu agung-angungkan, kamu anggap paling sempurna dan baik buatmu, apa itu? 

Menurutku tidak begitu. Ingatkah kau pada Firman Allah SWT yg satu ini;
“ ..dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan saying. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. 30 : 21).

Atau dengan yang satu ini;
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS. 24 : 26)

            Sebenarnya belum tentu orang yang selama ini mendampingimu sebagai kekasih itu jodohmu. Bisa saja kelak, setelah bertahun-tahun berpacaran denganmu, dia justru lebih memilih menikah dengan orang lain yang baru dikenalnya, atau justru kamu yang begitu, bisa saja kan? Kalau ternyata jodohnya itu adalah orang yang baru dikenalnya dan bukan kamu yang selama bertahun-tahun dipacarinya, kamu bisa apa? Bagaimana rasanya nanti? Akan sangat menyakitkan ya sepertinya? Padahal sudah banyak waktu dan materi yang terbuang selama kalian berpacaran, namun akhirnya tidak berhasil sampai pada pernikahan, kesannya sia-sia.

            Pernahkah terfikir olehmu, bisa saja saat kamu berpacaran dengannya, ada seseorang yang diam-diam menaruh hati denganmu, tak berani mendekatimu, bukan karena dia tahu tentang statusmu yang telah berdua itu, bukan, namun terlebih karena dia tak ingin melanggar aturan Agamanya; mendekati zina. Walaupun sebenarnya dia menginginkanmu, berambisi memilikimu seutuhnya, namun bukan dengan cara berpacaran denganmu jalannya. Dia menempuh jalan lain, mendekati Allah.

            Namamu terucap di setiap doa-doa selepas sholatnya, terlebih di sepanjang sholat malamnya, namamu tak pernah lupa terucap. Dia utarakan pada Allah keinginannya untuk memilikimu, secara utuh, menjalin hubungan yang Halal denganmu, yang sesuai dengan syariat Agama yang dipercayainya. Pernikahan; suatu niat yang mulia bukan?

            Disisi lain kamu berdoa pada Allah agar kekasihmu itu dijadikan jodohmu kelak, karena kau merasa hanya dialah yang terbaik untukmu, bukan orang lain, sedang apakah kau yakin kekasihmu itu menginginkan hal serupa? Atau melakukan hal yang serupa denganmu; meminta Allah menjadikanmu jodohnya, belum tentu kan?

            Dan bisakah orang yang diam-diam menaruh hati padamu, yang menyebutmu disetiap doanya, yang memintamu secara tulus serta menyerahkan seluruh hatinya pada Allah itu kelak akan menjadi jodohmu? Menjadi orang yang akan menemanimu hingga kamu tutup usia? Bisakah? Bisa saja, tak ada yang mustahil bagi Allah. Meskipun kamu baru mengenalnya atau bahkan mungkin tidak pernah berniat untuk mengenalnya karena kamu hanya menginginkan bersanding dengan kekasihmu yang selama ini mendampingimu. Sekali lagi, tak ada yang mustahil bagi Allah.

            Ingatkah kamu pada Firman Allah SWT yang satu ini;
“boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jaid (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. 2 : 216)

            Apa kamu tidak menginginkan adanya hubungan yang lebih nikmat, yang Halal di mata Agama dan Allahmu; pernikahan. Materi atau kesiapan bukan halangan jika itu yang selama ini menghambatmu. Bukankah jika kamu telah menikah segala akan terasa lebih mudah? Doa-doa yang dulunya kamu ucap sendiri nanti akan bertambah, menjadi dua, bukankah dua lebih baik daripada satu?

            Sekali lagi, jadi kamu masih mau berlama-lama berpacaran dengan seseorang yang belum tentu menjadi jodohmu itu, mengumpulkan makin banyak kepingan-kepingan dosa dan mendekati zina; hal yang paling dibenci Allah, atau justru memantapkan hati, melakukan taaruf, dan menjalani pernikahan yang nikmatnya tak tergambarkan? Semua kembali pada keputusanmu :)

Komentar

Postingan Populer